DAD Barut Tidak Hadir di Acara Napak Tilas Tumbang Anoi Sangat Disanyangkan

Daerah, Peristiwa159 Dilihat
MUARA TEWEH – Tumbang Anoi menjadi saksi dan bukti sejarah berakhirnya perkelahian antar Suku Dayak dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah Masyarakat Dayak.

Pada tahun 2019 ini, Masyarakat Dayak dengan swadaya melaksanakan kegiatan Napak Tilas Tumbang Anoi 1894 tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Tumbang Anoi , Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut gubernur, Bupati, Kepala Desa, Damang dan Masyarakat Dayak dari berbagai wilayah baik dari kalimantan hingga manca Negara seperti Malaysia, warga Dayak tumpah ruah mengikuti Seminar Nasional dan Napak Tilas Tumbang Anoi 1894 di Desa Tumbang Anoi.

Untuk kabupaten Barito Utara ada beberapa lembaga yang hadir diantaranya Gerdayak, Dayak Misik, Pemuda Kaharingan dan Maki, tapi anehnya pada momen penting itu tidak nampak perwakilan dari Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Utara.
Seperti yang diungkapkan ketua Gerdayak, Saprudin S. Tingan ”Saya sangat menyayangkan, di dalam peristiwa yang bersejarah ini justru Dewan Adat Dayak Barito Utara tidak hadir, ” ujarnya.

Dia menambahkan, seharusnya sebagai salah satu lembaga yang mendapat mandat resmi sebagaimana pergub no.16 tahun 2008 mengenai lembaga adat dayak, harusnya DAD Barito Utara bisa ikut hadir dan berpartisipasi dalam acara ini.

”Seharusnya dalam momen yang bersejarah seperti ini DAD harus hadir dan memberikan dukungan penuh pada masyarakat Dayak yang ingin berpartisipasi,” pungkasnya. (Iwan)