Kotamobagu, Fokusaktual.co.id – Masyarakat Sulawesi Utara lebih khusus mereka yang dalam kurun waktu beberapa tahun atau bulan terakhir sedang mengolah secara rutin dan intensif tanaman Nilam yang lagi viral atau booming di Sulut, Indonesia bahkan di dunia.
Komunitas Petani Nilam Sulawesi Utara agak kecewa dan bertanya tanya apa dan siapa yang menyebabkan sehingga harga minyak Nilam cendrung berubah dan mengalami penurunan di beberapa pekan terakhir
Menurut pemilik Perusahan PT Van Aroma Pak Aayush yang adalah salah satu Eksportir Minyak Nilam di Indonesia, bahwa ada beberapa faktor penyebab sehingga harga minyak Nilam cendrung berubah rubah bahkan agak menurun antara lain, “Harga minyak nilam naik turun dipengaruhi oleh beberapa okeh ; seperti produksi yang berlebihan atau over produksi atau panen raya, permintaan pasar atau buyer yang berkurang, kualitas minyak nilam, persaingan bisnis, masa panen yang terlalu dini juga bisa menyebabkan kualitas minyak nilam yang rendah sehingga mempengaruhi harga.
Lanjut Pak Aayush Faktor permintaan global menurun, sekali lagi kualitas minyak nilam yang tidak memenuhi standar ekspor bisa jadi penyebab juga, termasuk Faktor Persaingan dengan minyak atsiri lain dan turunannya.
Masih kata owner PT Van Aroma, kami tidak pernah dan tidak berniat memainkan harga minyak Nilam di Sulawesi Utara, kami tidak menuduh orang lain atau perusahaan lain yang memainkan harga sehingga seperti ini
Tujuan perusahaan kami bangun di Sulawesi Utara agar petani Sulut bisa menjual hasil pertaniannya kepada perusahaan kami secara langsung dan kami mengikuti aturan yang sudah atur oleh pemerintah.
Niat kami juga adalah untuk mengsejahtrakan dan menciptakan lapangan kerja, petani adalah mitra kerja kami yang sifatnya saling ketergantungan artinya perusahaan kami sangat membutuhkan petani sebaliknya seperti itu, karena apa gunanya kami meliki modal usaha yang besar serta management yang baik tapi kami tidak memiliki bahan baku maka pasti usaha kami tidak akan berjalan tutup Aayush. (Red)





