LSM BAKORNAS Sulut Soroti Pemberlakuan Hukuman Kepada SPBU Kapitu

Minsel, Fokusaktual.co.id – Akhir akhir ini masyarakat petani dan nelayan, khususnya yang berada di wilayah seputaran kapitu dan minsela sangat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) akibat Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di desa kapitu mendapatkan sangsi dari pertamina.

Ketua LSM BAKORNAS Sulut Noldy Poluakan, mengecam atas pemberlakuan sangsi terhadap SPBU kapitu, menurut poluakan, sangsi yang diberikan terhadapa SPBU tersebut tidaklah relevan, karena hal itu secara langsung telah berdampak pada perekonomian masyarakat.

Pemberhentian pasokan Bahan Bakar Minyak ( BBM) jenis pertalite dalam kurun waktu 1 bulan pasti sangat berdampak kepada masyarakat luas, apalagi bagi para petani dan nelayan, juga pengguna kendaraan bermotor, masyarakat ekonomi menengah ke bawah, masyarakat sudah susah jangan di buat susah lagi.” Ucap Ketua Noldy Poluakan

Masih kata Poluakan, kami sudah mendapat laporan, pengaduan dan keberatan dari masyarakat, kalau memang ada kesalahan yang dilakukan oleh oknum karyawan SPBU kapitu atau managemen yang ada, maka harusnya yang di hukum mereka yang bersalah bukan masyarakat pemakai Pertalite pada umumnya, inikan tidak adil, masa kesalahan orang lain harus kita yang tanggung atau di timpakan ke kita, dimana keadilannya.

Akibat sangsi ini yang jelas sangat berdampak secara ekonomi di masyarakat lebih khusus masyarakat nelayan dan petani juga masyarakat seputaran minsela, bisa di pastikan roda ekonomi serta aktifitas sosial masyarakat sangat terganggu.” Ucap Poluakan. (Jackli)