Minsel, Fokusaktual.co.id – Ketua LSM Badan Anti Korupsi Nasional (BAKORNAS) Sulut Noldy Poluakan mendampingi orang tua keluarga melaporkan ke Propam Polda Sulut dugaan kasus korban tindak pidana kekerasan dan penganiyaan terhadap Dean Lewi Karwur yang di tahan di Polsek Poigar. Rabu, (7/6/2023).
Dean Lewi Karwur umur 23 tahun warga Desa Nanasi Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow di duga di pukuli, di siksa oleh mantan oknum Kapolsek Poigar insial FM dan 5 anggota lainnya beberapa waktu lalu selama di dalam masa penahanan di Polsek Poigar.
Peristiwa ini terungkap atas dasar pengakuan korban ketika di wawancara beberapa waktu lalu oleh salah seorang keluarga korban yang dalam tahanan serta pengakuan langsung orang tua korban yang melihat langsung bekas luka dan lebam biru serta tetesan darah yang keluar dari hidung dan baju anak saya waktu itu ketika saya akan di jemput di Grand Kawanua Emeral City oleh pihak Polsek Poigar ungkap Yanti ibu korban.
Yanti menjelaskan, waktu tanggal 19 April 2023 kurang lebih jam 02.00 subuh saya di jemput oleh komdan polisi berinisial M dan beberapa anggota lainnya, karena katanya ada pengakuan anak saya Dean yang mengatakan bahwa uang yang di duga di curi di titipkan ke saya maka team Polsek Poigar tindak lanjuti informasi anak saya itu dengan maksud untuk memastikan apakah benar informasi tersebut, dan Yanti baru mengetahui di saat team Polsek Poigar tiba di pintu Gerbang Perumahan tempat saya bekerja sebagai pengurus rumah tangga, ketika anak saya keluar dari mobil, saya melihat langsung hidung anak saya keluar darah, lebam di bawah mata kanan dan kiri, biru di bagian atas hidung dan pelipis kanan bawah kelihatan luka dengan jelas tutur Yanti kesal, dan di waktu yang sama ketika team Polsek Poigar menggeledah kamar tidur rumah tempat saya bekerja mereka tidak menemukan uang yang di maksud.
Lanjut Yanti, besok harinya ketika saya membawah makanan di Polsek Poigar, bekas pukulan yang berwarna biru lebam di beberapa bagian wajah masih kelihatan dengan jelas dan saya waktu itu meminta kepada komdan yang sedang piket waktu itu agar di ijinkan anak saya untuk saya bawah keluar dari tahanan untuk di bawah ke dokter tapi tidak di ijinkan oleh komdan dan nanti hari besoknya saya belikan obat amoxillin dan harapan sembuh lalu saya minumkan kepada anak saya ungkap Yanti sedih.
Hal senada di ungkapkan oleh ayah korban Devi Karwur waktu itu pasca di tahan Polsek Poigar saya tiap hari melihat anak saya di tahanan dan di hari pertama penahan sampai beberapa hari setelah di tahan beberapa bagian di wajah anak saya misalnya matanya yang merah dan biru serta lebam tetap kelihatan di wajah anak saya dan di sela jari kelihatan bergaris, ucap Devi Karwur kesal.
Kami orang tua sangat keberatan atas peristiwa yang menimpah anak kami, karena itu kami mohon Keadilan, siapapun dia pelakunya apalagi kami dengar dari pengakuan anak kami bahwa pelakunya adalah oknum mantan Kapolsek dan beberapa anggota lainnya, mohon Keadilan karena anak kami dari lahir sampai sekarang kami rawat, kami jaga dengan susah payah dan penuh kasih sayang, apalagi anak kami ada riwayat penyakit epilepsi dan jantung lemah.
Noldy Poluakan memohon agar masalah ini harus segera di usut tuntas, karena itu demi hukum dan keadilan kami meminta Pak Kapolda Sulut dan Pak Kapolri agar memproses masalah ini secara transparan masalah ini sudah kami laporkan ke Polda Sulut dan Polres Bolmong dan akan melakukan upaya hukum Praperadilan, kasus ini sudah menimbulkan polemik di masyarakat dan pemerintah Desa Nanasi tutup Noldy.
Beberapa hari lalu saat Kepala Desa atau Sangadi Nanasi Meity Noya di konfirmasi mengakui dan sangat menyesalkan proses penangkapan kepada masyarakat kami dimana waktu penangkapan dan sampai hari ini kami tidak pernah di beritahukan secara resmi oleh pihak kepolisian Polsek Poigar, sekali lagi kami sangat menyayangkan akan hal itu, karena sebagai pemerintah desa kami berkewajiban, menjaga, melindungi, membina masyarakat kami tutup Sangadi. (Tim)






