MUARA TEWEH – Warga Desa Trahean dan sekitarnya masih mengeluhakn kondisi jalan rusak dari Muara Teweh-Trahean(Kecamatan Teweh Selatan). Mereka meminta penanganan kerusakan jalan di sejumlah titik. Dari pantauan kerusakan jalan terdapat di sejumlalh titik. terparah, ada di Desa Jingah, tepatnya di komplek sosial menuju trahean dan Terinsing.
“Warga kami berharap ada perhatian jalan itu. kerusakan jalan berbahaya. Apalagi warga kami melewati jalan itu siang dan malam hingga subuh, karena mengangkut hasil pertanian ke Muara Teweh,” ujar Kepala Desa Trahean.
Lanjutnya, Warga Trahean memperbaiki sendiri jembatn yang rusak. Jembatn inilah yang diminta di bangun dengna kontruksi beton
Tidak hanya itu, warga desa nya juga meminta kepada dinas intansi terkait untuk membangun jembatan permanen, mengantikan jembatan berkontruksi kayu ulin.
“Jembatna ini sering kami diusulkan disetiap musrenbagn tetapi belum ada realisasi sampai sekarang. kalau ada kerusakan kami sering gotong royong memperbaiki. Karenanya kami usl agar jembatan dibangun berkontruksi beton,” tambahnya.
Kerusakan jalan dari Muara Teweh-Trahean cukup ramai. Tidak saja dipergunakan warga di Kecamatan Teweh Selatan, melainkan juga dilalui oleh wisatana yang acapkali berkunjung ke dua tempat wisata di daerah itu, yaitu Wisata DAM Trinsing dan Bumi Perkemahan Pramuka(Buper).
Masyararakat berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan penanganan terhadap lobang-lobang tersebut, sehingga akses transfortasi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.
“Hasil pertanian di Desa Traheyan ini dipasarkan ke kota. Jadi hampir setiap harinya ada mobil angkutan yang membawa hasil panen ke kota Muara Teweh. Jadi harapan kita adanya kerusakan terhadap jalan yang menghubungkan Traheyan dan Kota Muara Teweh ini bisa diperbaiki sehingga transfortasi masyarakat dapat berjalan dengan lancar. (Iwan)






