Maros, FokusAktual.co.id – Belajar dari peristiwa yang menggetarkan dunia Mantan wasit ternama Premier League, Mark Clattenburg, mendapatkan sorotan lagi setelah bekerja di Arab Saudi. Ketika sedang memimpin pertandingan, Clattenburg menghentikan laga sejenak karena azan berkumandang.
Hal ini terjadi pada laga Kings Cup, atau Piala Liga Arab Saudi, antara Al-Feiha melawan Al-Fateh di Stadion King Salman Sports City.
Ketika skor masih sama kuat 1-1, di mana laga memasuki menit ke-94, azan berkumandang dan Clattenburg langsung meniup peluit meminta laga untuk dihentikan sementara.
Melihat hal tersebut, Koordinator Rumah AspirasiTA’ Ahmad Takbir Abadi berharap dalam sistem sepakbola Indonesia terdapat aturan yang mampu mengatur hal seperti itu.
Rumah AspirasiTA’ menilai hal ini perlu dilakukan untuk menunjukkan rasa toleransi kepada umat Islam yang sementara memanggil orang untuk beribadah ke Masjid. Setidaknya dibutuhkan hanya beberapa menit saja untuk menghentikan sejenak pertandingan.
Namun, Rumah AspirasiTA’ juga memberikan solusi lain bahwa, walaupun tidak ada aturan yang berlaku. Rasa simpatik yang memimpin pertandingan atau wasit bisa melakukan hal ini. Seperti yang dilakukan Mark Clattenburg.
“Saya yakin ini akan terjadi, jika ada satu orang yang mau memulainya” ucap Takbir yang juga pecinta PSM Makassar ini.
Takbir juga berharap sudah saatnya sepakbola kita menjadi puncak pemersatu, saling merekatkan persaudaraan dan belajar meningkatkan rasa toleransi. “Sepakbola adalah ruang untuk bersatu dan kita mesti melakukannya” ucapnya.
Penulis: Ahmad
Editor: Fhersa







