Bantu Masyarakat Amurang Terdampak Bencana Alam, BIN Daerah Sulut Salurkan Bantuan Di Dua Lokasi Pengungsian

0
61

Minsel, Fokusaktual.co.id – Minahasa Selatan – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk meminimalisir dampak sosial ekonomi akibat bencana alam yang terjadi di Amurang dalam bentuk pemberian bantuan bapok dan kebutuhan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sabtu (18/06/2022)

Penyerahan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam aberasi pantai diteluk Amurang diserahkan oleh perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara wilayah Minahasa Selatan di dua lokasi pengungsian yaitu posko pengungsi Gedung Aula Kel. Lewet dan posko pengungsi Gedung Aula GMIM Sentrum Kel. Uwuran Dua, Kecamatan Amurang.

Kabinda Sulut, Laksma TNI Adriansyah, SE., kepada awak media mengatakan bahwa melalui gerakan berbagi, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara membantu masyarakat Amurang yang terdampak bencana alam aberasi pantai. Dengan bantuan tersebut dirinya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkannya.

“Melalui gerakan berbagi Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara membantu masyarakat Amurang yang terdampak bencana alam aberasi pantai, semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkan pasca kejadian bencana alam tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama ketika dihubungi, Bupati Minahasa Selatan, Franky Wongkar, SH mengucapkan terima kasih atas sinergitas dan bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara yang telah membantu masyarakat Amurang yang terdampak bencana alam.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan mengucapkan terima kasih atas sinergitas dan bantuan dari Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara yang telah membantu masyarakat Amurang yang terdampak bencana alam,” ucap Wongkar.

Bantuan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara bagi masyarakat terdampak bencana alam adalah untuk mendukung masyarakat Amurang dan pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan pasca terjadinya bencana alam aberasi pantai di pesisir Teluk Amurang.

(Jackli Tawas)