Minsel, FokusAktual.co.id – Buntut Semakin menyebarnya Pandemi Virus Corona atau Covid-19, bahkan saat ini khusus di Kota Manado sudah ada 8 Kasus positif terinfeksi Covid-19, hal ini membuat Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Kabupaten Minsel Hanny Pantow meminta supaya pemerintah untuk dapat bermohon ke pihak Menteri Perhubungan supaya dapat menutup bandara, Pelabuhan serta menjaga ketat pintu masuk perbatasan. Hal ini perlu dilakukan supaya Pandemi virus Corona tidak akan semakin menumpuk atau meluas di provinsi Sulut.
Mengingat jika tranportasi Udara dan Laut tetap dibuka maka warga Sulut yang ada di Daerah yang sudah terinfeksi virus Corona akan masuk di Provinsi Sulut dan dapat dipastikan penderita virus Corona akan semakin meningkat di 15 Kabupaten-Kota yang ada di Sulut.
”Selaku Ormas LAKI DPC Minsel sangat berharap supaya untuk sementara waktu bandara dan pelabuhan ditutup, kecuali penerbangan mengangkut Alat kesehatan,obat dan bahan makanan.”kata Pantow
Sementara Ketua Inakor Minsel Noldy Poluakan memdesak kepada pihak pemerintah provinsi Sulut supaya dapat menyurat ke pihak kementerian berhubungan dengan penutupan bandara dan pelabuhan.
“Kami mendesak supaya pihak Pemprov supaya segera menyurat ke kementrian Perhubungan supaya baik bandara maupun Pelabuhan termasuk jalur angkutan darat, jalan negara atau trans nasional, jalan propinsi dan kabupaten kota bola perlu ditutup sementara waktu sambil menunggu meredahnya Pandemi Virus Corona,” kata Poluakan.
Ditambahkan, selain Bandara dan Pelabuhan pihak perhubungan provinsi dan kabupaten, apabila jalan daratnya tidak bisa di tutup supaya dapat dijaga dengan super ketat semua pintu masuk apalagi diruas jalan provinsi .
”Selain lokasi bandara dan pelabuhan yang perlu untuk ditutup sekali lagi lokasi jalan trans Sulawesi dan daerah Perbatasan harus dijaga Ketat. Itu perlu dilakukan supaya bahaya Virus Corona tidak akan menumpuk dan menjamur di Provinsi Sulut.”ujar Pantow Dan Poluakan.
Lanjut Poluakan sambil dengan sigap dan cepat pemerintah harus mengadakan stimulus atau memberikan kebutuhan sembako dan kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat yang berdampak langsung akibat penerapan stay at home dan Phisical sosial distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutup Noldy. (JB)






