Pol Airut Minsel Selidiki, Nelayan Meninggal Tidak Wajar


Minsel, FokusAktual.co.id – Kami melakukan penyelaman sekitaran jam 02.00 subuh dan selesai menyelam tangkap ikan kurang lebih jam 05.30 dan ketika alm. keluar sudah ada tanda-tanda peristiwa ini biasa terjadi bagi korban tangkap ikan mengunakan kompresor yaitu biasanya batuk kering dan sering mengaruk.
“Selang beberapa menit alm kumat dan kami sudah melakukan tindakan penyelamatan sesuai dengan pengalaman kami serta di bantu para medis  tetapi nyawa almarhum tidak tertolong lagi,” ungkap ke tiga rekannya waktu menyelam.

Tokoh masyarakat Minsel Ronal kaendung mengatakan sebaiknya praktek penangkapan ikan seperti itu di tiadakan atau di larang karena sangat tidak aman serta menngancam jiwa dan keselamatan dari para penyelam karena dari sisi keamanan dan keselamatan jiwa benar-benar sangat tidak terjamin.

“Karena biasanya mereka menyelam sampai pada kedalaman ratusan meter dan tidak di tunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai belum lagi kempuan organ tubuh tertentu manusia ketika menyelam sangàt tidak aman bila menyelam sampai pada radius kedalaman tertentu,” tutur Ronal.

Informasi yang berhasil di himpun media ini,  almarhum meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak tetapi juga istri almarhum sedang hamil 3 bulan.

“Almarhum di kenal adalah pribadi yang baik serta bertanggung jawab kepada keluarga dan tidak pernah baku salah deng orang,” tutup Adrian  Kalongsang dalam dialeg manado.

(Noldy Poluakan)