Minsel, Fokusaktual.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non Goverment Organization (NGO) lokal yang lokasi kegiatannya ada di wilayah Propinsi Sulawesi Utara dengan nama ‘Manengkel Solidaritas’, Jumat (27/02/2026).
Sella Runtulalo saat di wawancara mengatakan, kami adalah LSM Lokal dengan nama ‘Manengkel Solidaritas’ yang bergerak di bidang Pelestarian Lingkungan Darat dan Laut dan Pemberdayaan Masyarakat.
Kami bekerja mendampingi masyarakat agar bisa meningkatkan ekonomi dari hasil mengelola dan melindungi sumber daya alam di daerah mereka sendiri termasuk mangrove, terumbuh karang, dan sumber daya alam, UMK dan lingkungan lainnya ujar Sella
Lebih lanjut Ketua Umum LSM ini mengatakan, saat ini jangkauan wilayah kerja kami baru ada di kota bitung, manado dan Empat (4) Kabupaten Kota, Minut, Minahasa, Minahasa Selatan dan Sitaro yang terdiri dari 22 desa di Sulut.
Melalui dukungan CSR PT. Cargill Indonesia Amurang dan hibah dari Global Nature Fund German upaya pemulihan ekosistem pesisir dan pembangunan Kapitu sebagai salah satu desa ekowisata Minahasa Selatan terus dikerjakan sejak tahun 2019.
Rehabilitasi terumbu karang seluas lebih dari 1hektar, pemulihan area hutan mangrove kurang lebih 500m2 melalui penanaman 2000 pohon mangrove dan penyediaan infrastruktur seperti cafe mangrove, jembatan mangrove, toilet umum, learning center, dan fasilitas penunjang lain nya sudah pasti akan membuat Pantai kapitu menjadi makin menarik dikunjungi wisatawan lokal dan internasional sehingga pada akhirnya akan membuka lapangan kerja baru dan membangun ketahanan ekonomi masyarakat desa ini.
Kolaborasi yang kuat pemerintah, swasta, NGO, dan masyarakat sangat diperlukan, tutup Sella.
Hukum tua Desa Kapitu Alfa Winokan saat diwawancara awak media mengatakan, saya atas nama pemerintah dan masyarakat sangat bersyukur, Berterima Kasih kepada semua pihak, LSM Manengkel, Donatur, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Pak Bupati Frangki Dony Wongkar, PT Cargill dan semua pihak yang boleh terlibat pada acara tadi siang ujar Alfa.
Lebih lanjut Kumtua Alfa mengatakan, mohon topangan, dukungan seluruh elemen masyarakat Desa Kapitu demi terlaksananya program ini, kita jaga bersama kebersihan lingkungan, jangan merusak terumbuh karang, Mangrove, melatih diri agar ramah kepada siapa saja karena kedepan akan banyak pengunjung atau turis baik lokal maupun manca negara tutup Winokan. (Tim/Ato)






