Minsel, Fokusaktual.co.id – Aksi damai dalam menyampaikan aspirasi mereka, Front Peduli Captikus melakukan orasi didepan Mapolres Minsel, mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian resort Minahasa Selatan, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Minsel. Kamis/17/03/2022
Dihadapan Kapolres Minsel mereka menyampaikan apa yang menjadi tuntutan mereka, salah satunya adalah jangan mendiskriminasikan Captikus.
Usai berdiskusi dan berdialog dengan Kapolres, selanjutnya aksi damai mereka lanjutan ke Kantor Pemkab Minsel.
Setelah berada didepan pintu masuk Kantor Pemkab Minsel, dan menyampaikan ingin bertemu dengan pimpinan dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, akhirnya para Front Peduli Captikus dan rombongan diijinkan masuk dan menyampaikan aspirasi mereka di Aula Waleta Kantor Pemkab Minsel.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH yang diwakili oleh Wakil Bupati Petra Yanni Rembang yang didampingi Sekda dan Assisten 1 Setdakab menemui Front Peduli Captikus bersama organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan Minahasa Selatan.
Dihadapan Wakil Bupati, FPC dan petani Captikus menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan mereka, dimana mereka meminta peran pemerintah untuk memperhatikan petani Captikus dan produk Captikus sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Minahasa.
Dalam orasinya, mereka pun meminta agar pemerintah mengakui produk Captikus non label, dan pula meminta kejelasan hukum dari produk Captikus, yang menurut mereka banyak orang yang berhasil dalam pendidikan dikarenakan para orang tua sebagai petani Captikus.
Wakil Bupati mengatakan bahwa pohon seho adalah merupakan bagian anugerah Tuhan yang sangat baik dan bermanfaat bagi alam dan manusia termasuk minuman kebanggaan masyarakat Minsel Captikus, yang di kenal dan terus lakukan promosi oleh masyarakat dan Pemkab Minsel.
Minuman ini adalah kebanggaan Torang samua, harus di akui bahwa banyak petani Captikus yang menyekolahkan anaknya hingga berhasil jadi sarjana, Captikus sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan perekonomian tutup PYR. (Jackli Tawas)






